Perkenalan

Tidak bisa dipungkiri, kata trading terutama trading forex, sepertinya makhluk asing yang berada di planet lain, dibandingkan dengan “saudaranya” trading saham, trading forex lebih terdengar asing.
Tidak bisa dipungkiri pula, banyaknya cerita diluaran sana betapa “menakutkannya” trading forex, menguras dana banyak, dan lebih banyak loss daripada profit.
Belum lagi cerita betapa “rumitnya” melakukan trading forex ini.

Awal perkenalan saya dengan trading forex ini atau saya lebih suka menyebutnya forex, bermula dari tahun 1999, saat itu belum seperti sekarang yang dengan mudahnya melakukan trading dengan berbekal gadget, saat itu masih harus melakukan tilpun ke dealing room, masih harus membayangkan posisi setiap pair karena kesulitan melihat chart secara langsung. Belum lagi info mengenai forex masih sangat sedikit.

Sulitnya infrastruktur, ditambah kesibukan bekerja dan membesarkan anak-anak, membuat saya on off terjun dalam dunia ini. Karena market masih sangat lambat,paling saya hanya trading seminggu 2x, sesempatnya saja.

Tapi kini, dengan status saya yang hanya ibu rumah tangga, saya jadikan trading for living, rasanya nyaman dengan kemudahan yang ada saat ini.

Saya akui awal mempelajari forex, sangat rumit, background saya teknik, untuk memahami istilah forex rasanya njlimet, belum lagi indikator-indikator yang berbasis statistik.

Dengan semua kelemahan saya, akhirnya saya ciptakan cara trading mudah yang bahkan anak sayapun dapat melakukan sendiri trading ini. Saya namai trading santai, karena bisa dilakukan dengan sangat santai.

Jangan dikira sudah punya teknik bagus saya diam saja, terkadang saya masih “bandel”, belajar teknik orang, ikutan ea, dll dll…ya hasilnya sudah bisa diduga MC….😁😁😁

Picture 1

Lunch bareng

Terkadang hanya diperlukan makan siang bersama, untuk membentuk para trader forex.
Kumpulkan beberapa teman untuk mengenal apa itu trading forex, mempelajari bagaimana menaklukkan market, yukkkk… lunch bareng

#tradingalanid

 

Era Abundance (keberlimpahan)

Sudah lewat katanya masa disruption (gangguan), sekarang memandang kedepan yang katanya era abundance.
Eits pinter yak, ini juga hasil google kok 😜😜😜.

Sekarang jamannya semua serba cepat dan berlipat-lipat. Tapi…dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi semua itu tercapai dengan mudahnya.

Trading forex yang penghasilannya jauh diatas gaji saya waktu menjadi karyawan, padahal dulu karyawannya papan atas katanya, yang gajinya harusnya sudah UWOW, tapi sekarang mendapatkan hasil yang lebih…alhamdulillah.
Mengikuti teori Abundance deh, jamannya berlipat-lipat termasuk gaji tanpa effort yang harus ikutan berlipat-lipat.

Kemarin trading sambil pijat dan tadi pagi sambil gym. Pas untuk ibu-ibu yang masih banyak kerempongan tapi mau dapat penghasilan tambahan.

Saya kok suka ya dgn abundance lbh positive thinking, disruption itu kok kesannya negative thinking bgt yaak 😜😜😜teori ngasaaal bgt ala saya ❤️❤️❤️

Cukup hp dan tab kalau ada.

Berminat whatsapp 0818115353, gratiiiisss banget banget, malu sama profit kalau tidak gratis.

 

Waktunya gajian untuk pengajar gratisan

Selalu terharu ketika ada kabar gembira seperti ini.

Rasanya semua terbayarkan, karena pada saat pelatihan semua gratis, ini bayaran yang saya tunggu-tunggu.

Alhamdulillah…hasil seminggu ini salah satu peserta yang mulai belajar dari 2017, semua dilakukan via WAG alias online, hand in hand, dan hasilnya dengan modal 550 usd mengantongi 157 usd atau 28% selama seminggu.

Sharing is Caring

Kemarin sore nannynya cucu kesayangan whatsapp minta diajarin trading forex, dia dengar karena sya pernah mengajarkan pembantu rumah tangga saya.
Sedangkan di pinggir jalan masih banyak mas-mas yang tidak peduli kanan kiri, asik main game, pengen rasanya dicolek dan bilang, mas…sini saya ajarin trading forex yukkk.

Selama ini digaung-gaungkan forex untuk orang kaya raya alias tajir melintir. Lhaaa itu asistent dirumah termasuk golongan kaya raya tajir melintir ?Alhamdulillah kalau iya…tapi yang gembar gemborkan forex mainan orang kaya yaaa…orang kaya yang ngga bolehin orang lain maju, padahal kan kata cucu saya…”sharing is caring”

 

Kapan majunya ?

Saya tahu persis para pemilik perusahaan besar di Indonesia (baca konglomerat) mengandalkan kekuatan pundi-pundi mereka dengan trading forex, di Indonesia selalu dikenal sebagai mainan orang kaya. Miris lihatnya yang kaya semakin kaya.

Dengan semangat atau dengan bodohnya menawarkan kepada para konglomerat itu untuk mengijinkan anak buahnya belajar forex, ah…jawabannya sudah diduga sich, mereka tahu bagaimana “enaknya” menekuni trading forex, dan khawatir tidak ada yang mau bekerja lagi.

Kadang kalau sudah begini, biarlah saya maju sendiri, tapi begitu baca teman-teman yang tadinya nol jadi paham, semangat lagi.

Ini alasan saya mengajarkan Kevin sejak 2 SMA melek trading forex, emaknya ngirit sekali dan terbukti dia tidak jadi malas sekolah walau uangnya sudah banyak.

Belajar gratis, maju bersama.

#tradingalanid

 

Bogor, April 2018

Judulnya belajar forex.
Biasanya setelah belajar baru pelan-pelan menghasilkan profit dan mendapatkan gaji tambahan dari forex.
Tapi…hanya ada disini, belum belajar sudah profit duluan, dan baru belajar.

Beginilah kami, emak-emak super sibuk dengan berbagai macam aktivitas, walau sudah mendapatkan profit, tidak menghalangi kami untuk belajar walaupun anti mainstream, belajarnya belakangan. Yang penting kami tidak kalah dengan teknologi, we beat the technology and gain the profit.
Silahkan ditag masing-masing ya ❤️🙏

#tradingalanid

Reparasi account ?kenapa tidak ?

Tukang reparasi account.
Dari equity tinggal usd 1351 dengan balance usd 9900 berubah menjadi equity usd 7139 dengan balance usd 10000 usd.
Bermula dari tanggal 18 Maret, salah satu teman trader curhat karena dana 10000 usd, hanya tinggal usd 1351…
Dan alhamdulillah sekarang setelah sebulan berlalu, hampir kembali menjadi 10000 usd lagi.
Bukan saya yang hebat, tapi Allah yang bermurah hati kepada saya.

Allah selalu memudahkan jika niat kita baik.

Alhamdulillah

#tradingalanid

 

Jumat Berkah, Haryono Suyono Centre, Juli 2018

Jumat berkah…
Waktunya berbagi dan mensyukuri seluruh berkah Allah.
Berkumpul bersama wanita-wanita pejuang yang hebat belajar forex trading, demi mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk dolar.
Ada 4 ibu yang hadir dengan membawa anak, bahkan 2 orang diantaranya belajar sambil menggendong bayi. Semua menginspirasi saya, kalau mereka saja bisa semangat kenapa saya tidak. Dan acara ini gratis untuk mereka.
Sementara di warung berkah, menu hari Jumat adalah nasi soto, terharu dengan kehadiran para buruh gali yang dengan sungkan menolak duduk di meja karena menyadari badan kotor, merelakan diri duduk di lantai demi nasi lengkap dan minum seharga Rp 1000.
Alhamdulillah…

 

Ketika tunas itu mulai tumbuh

Booster pagi hari.
Setahun yang lalu sempat ngeri dengan keputusan diri sendiri, mengajari forex ke ibu-ibu…
Terkadang gaptek bikin ingin garuk-garuk tembok, terkadang belum baca sampai selesai sudah nanya lagi dan lagi, terkadang maunya dana minim tapi berkembang….
Alhamdulillah dengan berbagai cara akhirnya mulai bermunculan trader-trader dari para emak-emak yang tadinya hanya tau hp utk medsos dan chating saja 🙏🙏🙏, sekarang penghasilan dolar sudah mulai mereka rasakan.

#tradingalanid